Magelang (07/8), Bea Cukai Magelang bekerjasama dengan Tim Pokja Joint Program UMKM Kemenkeu Satu Povinsi Jawa Tengah menggelar Temu Bisnis dengan Atase Perdagangan KBRI di Malaysia dan calon buyer. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyukseskan program kerja Tim Pokja sekaligus mengisi program UMKM Week DJBC. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kanwil DJKN Jawa Tengah dan D.I.Y, Kepala Balai Diklat Kepemimpinan BPPK Magelang, Kepala KPP Pratama Magelang, Kepala KPPN Tipe A1 Magelang, Kepala Dinas Perdagangan Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo dan Purworejo serta 25 UMKM sebagai peserta. Acara berlangsung di pendopo Balai Diklat Kepemimpinan BPPK Magelang.
Salah satu program Menteri Keuangan Republik Indonesia kepada seluruh jajaran dibawahnya adalah program asistensi terhadap UMKM. Berbagai bentuk asistensi dilakukan dimulai dari perijinan, pembiayaan hingga pemasaran.
Program UMKM Kemenkeu Satu Wilayah Provinsi Jateng terbagi menjadi 3 klaster, yakni klaster UMKM rintisan, klaster UMKM mandiri dan klaster UMKM siap ekspor. “Kegiatan kali ini yang dilaksanakan adalah program yang sudah masuk klaster siap ekspor,” kata Tri Wahyuningsih Retno Mulyani atau biasa disapa Ibu Ani. “Pengusaha UMKM yang hadir sudah melewati proses kurasi yang meliputi perijinan baik itu NIB, PIRT, sertifikasi halal bahkan sudah ada yang punya sertifikat HACCP,” tambah Ibu Ani. “Selain itu, kurasi juga dilakukan terhadap kapasitas produksi, kualitas produk, kualitas kemasan dan kesiapan kontinuitas produksi,” tutup Ibu Ani.
“Kegiatan pada hari ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, yakni Business Meeting via zoom,” terang Imam Sarjono, Kepala Kantor Bea Cukai Magelang. “Dari kegiatan tersebut, Bapak Deden Muhammad Fajar Shidiq selaku Atase Perdagangan KBRI di Malaysia tertarik, dan ingin melihat secara langsung dengan mengajak calon buyer,” tambah Imam. “Mudah-mudahan banyak produk yang dapat kita ekspor dari hasil kegiatan ini,” harap Imam.
Peserta terdiri dari 25 pengusaha UMKM yang memiliki produk makanan, minuman, kerajinan tangan, pets care, dan kentang segar dari wilayah Magelang, Wonosobo, Temanggung dan Purworejo. Berbagai produk tersebut sebenarnya sudah siap untuk ekspor. Akan tetapi, untuk mendapatkan buyer masih menjadi kendala utama bagi mereka. Kerjasama instansi pemerintah pada kali ini, diharapkan dapat membantu dan menyelesaikan masalah tersebut dan kegiatan ekspor dapat segera terealisasi.