Jalan Jendral Sudirman Nomor 48, Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang 59214
(0293) 362403

Magelang Ekspor Gula semut

Di publish pada 27-09-2023 01:33:36

Magelang Ekspor Gula semut
Magelang Ekspor Gula semut

Bea Cukai Magelang hadiri pelepasan ekspor perdana produk gula semut ke Malaysia. Kegiatan tersebut berlangsung di PT. Nira Lestari Internasional tepatnya dusun Semen, desa Trenten kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang. Acara juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan serta tokoh Masyarakat.

“Kami senang sekali karena produk gula semut dari kabupaten Magelang bisa ekspor secara langsung ke Malaysia tanpa melalui pihak ketiga” ujar Imam Sarjono Kepala Kantor Bea Cukai Magelang. “Jumlah UMKM saat ini sebanyak 64,2 juta atau 99,99% dari seluruh jumlah pelaku usaha di Indonesia, akan tetapi Kontribusi ekspor produk UMKM hanya 15,65% bila dibandingkan dengan produk dari pengusaha besar” ungkap Imam. “Dari kegiatan ini, mudah-mudahan banyak UMKM lain yang bisa menyusul, sehingga semakin memperkuat perekonomian kita” tutup Imam.
PT Nira Lestari International awalnya adalah Kelompok Wanita Tani (KWT). Kelompok Wanita Tani ini menyadap pohon kelapa untuk dijadikan gula batok kemudian dijual. Sayangnya, produk gula batok ini dihargai sangat rendah oleh tengkulak, bahkan harganya sampai anjlok pada tahun 2013.
“Awalnya kami memperkenalkan produk gula semut kepada warga pada tahun 2012, dan sempat mendapat pertentangan” kata Ella Rizki F.M. Direktur Utama PT. Nira Lestari Internasional. “Tapi dengan kesabaran, akhirnya masyarakat banyak yang paham, kemudian mereka memproduksi dan menampung produknya di Unit Pengolahan Hasil atau UPH” tambah Ella. “Hingga akhirnya kami berinisiatif untuk mengekspor produk gula semut tersebut ke manca negara “tutup Ella Wanita muda asli desa Trenten yang sedang menempuh pendidikan S3.
Tidak ingin hanya sekedar ekspor biasa, Pt. Nira Lestari Internasional memasarkan produknya sudah dengan by brand. Artinya sudah dengan merk sendiri sehingga sehingga punya value yang berbeda. Dari gula batok yang hanya bernilai ribuan rupiah per kg, diolah menjadi produk gula semut yang harganya sekitar 30 juta per ton, tapi dengan merk sendiri harganya mampu mencapai 150 juta per ton.


Isikan nama, email dan komentar Anda

Highlight Kantor Kami

Website Magelang